Kultur Jaringan Sagu

Mahsiswa dapat menjelaskan perbanyakan vegetatif, generatif dan kultur jaringan tanaman sagu. 3 pustaka bintoro, m. h. d. 1999. pemberdayaan tanaman sagu sebagai penghasil bahan pangan alternatif dan bahan baku agroindustri yang potensial dalam rangka ketahanan pangan nasional. orasi ilmiah guru besar tetap ilmu tanaman perkebunan. Alur kultur jaringan sagu 6 1. inisiasi kalus eksplan jaringan pucuk apikal dari anakan sagu: riau, jawa barat, kalimantan selatan, sulawesi tenggara, maluku,papua. medium ms mod (mms) + 2,4-d 20 mg/l + kin 0,5 mg/l. kondisi: gelap, 25°c.

Pakar kultur jaringan tanaman dan mikroalga fakultas biologi ugm, eko agus suyono, mengatakan kecenderungan kebutuhan makanan ke depan tak cuma harus banyak, namun harus nutrisius (cukup nutrisi). sebab manusia menghadapi dua ancaman serius yang kultur jaringan sagu sifatnya bertolak belakang, yakni obesitas yang dialami penduduk negara maju, dan stunting yang diidap penduduk negara-negara terbelakang. Dibandingkan dengan bibit berupa anakan yang diambil dari hutan, bibit sagu asal kultur jaringan memiliki beberapa keunggulan, yaitu: a) pertumbuhannya lebih cepat dan lebih seragam serta produktivitasnya (kandungan pati) lebih tinggi sehingga dapat dipanen lebih cepat; b) daya hidup bibit di pembibitan juga lebih tinggi.

Kultur jaringan tanaman sagu dilaku-kan melalui induksi embrio zigotik (hisajima et al. 1991) maupun embrio somatik (tahardi et al. 2002 ). embriogenesis somatik merupakan salah satu. Salah satu cara untuk menghasilkan bahan tanam yang seragam dengan jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat adalah dengan teknik kultur jaringan atau kultur in vitro. planlet sagu hasil kultur in vitro pada kultur jaringan sagu umumnya masih sangat lemah dengan jumlah daun dan akar yang sedikit. Kulturjaringan tanaman sagu telah dikembangkan melalui teknik embriogenesis somatik untuk memenuhi kebutuhan bahan tanam unggul sagu. salah satu masalah utama dalam kultur jaringan sagu adalah rendahnya daya hidup planlet pada tahap aklimatisasi. penelitian ini bertujuan meningkatkan keberhasilan aklimatisasi.

Perkembangan Kalus Embriogenik Sagu Metroxylon Sagu Rottb

7. sebutkan jaringan yang menyusun daun? 8. sebutkan struktur bunga yang sempurna? 9. siapa penemu teori totipotensi 10. sebutkan 2 keuntungan kultur jaringan? kunci jawaban sel tumbuhan. pilihan ganda. 1. a 2. e 3. a 4. d 5. e 6. a 7. e 8. a 9. a 10 b 11. d 12. c 13. b 14. a 15. e 16. d 17. b 18. c 19. b 20. c. uraian. 1. jaringan yang sudah mengalami. Kulturjaringan tanaman sagu dilaku-kan melalui induksi embrio zigotik (hisajima et al. 1991) maupun embrio somatik (tahardi et al. 2002 ). embriogenesis somatik merupakan salah satu.

Pengaruh Periode Perendaman Air Dan Komposisi Media Tumbuh

Jaringan yang membelah diri secara terus menerus sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhim yang mempunyai ikatan yang renggang antar sel satu dg sel lain tanaman sagu pengertian kultur kalus • kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi. Barat yaitu: (1) sagu demao (sagu berduri), (2) sagu raja, dan (3) sagu molat. sagu jenis demao populasinya paling banyak dan mendominasi semua areal observasi.

Selain itu, untuk tanaman sagu, ukuran bibit kultur jaringan relatif kecil sehingga pengirimannya dari lokasi produksi ke lokasi penanaman lebih mudah dan murah. prosedur kultur jaringan tanaman sagu telah dikembangkan melalui embriogenesis somatik (tahardi et al. 2002; riyadi et al. 2005; kasi & sumaryono, 2006). kultur jaringan sagu 30 laboratorium kultur jaringan 1 konservasi plasma nutfah sayuran, penelitian se bawang merah, dan perbanyakan planlet kentang belum terakreditasi lembang, jawa barat 31 laboratorium kultur jaringan 2 penelitian dan produksi benih kentang berkualitas belum terakreditasi lembang, jawa barat.

Kulturjaringan tanaman sagu dilaku-kan melalui induksi embrio zigotik (hisajima et al. 1991) maupun embrio. somatik (tahardi et a l. 2002). embrio-genesis somatik merupakan salah satu. More kultur jaringan sagu images. A comparative study of phenotypes and starch production in sago palm (metroxylon sagu) growing naturally in temporarily inundated and non inundated areas of south sorong, indonesia. t yater, hw tubur, c meliala, b abbas laboratorium kultur jaringan universitas negeri papua, manokwari, 2009. 2: 2009: the system can’t perform the operation. Beberapa penelitian mengenai kultur jaringan tanaman sagu telah dilakukan, namun masih terdapat kendala-kendala diantaranya jumlah perakaran yang sedikit dan persentase daya hidup planlet yang rendah saat aklimatisasi (sumaryono et al. 2007), belum adanya penelitian mengenai organogenesis tanaman sagu serta masih kurangnya penelitian kultur.

Barahima Abbas Google Scholar

Pengertian kultur jaringan teknik kultur jaringan merupakan suatu metode mengisolasi bagian tertentu dari tanaman seperti protoplas, sel, sekelompok sel, jaringan dan atau organ yang kemudian menumbuhkannya pada kondisi aseptik yang terkontrol sehingga bagian-bagian tersebut dapat tumbuh dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap. teknik. Perbanyakan tanaman sagu (metroxylon spp. ) secara ex vitro (di persemaian polibag dan rakit) dan in vitro melalui kultur jaringan shandra amarillis sekolah pascasarjana institut pertanian bogor bogor 2013 pernyataan mengenai tesis dan sumber informasi serta pelimpahan hak cipta dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul perbanyakan tanaman sagu (metroxylon spp. ) secara ex vitro (di. Kulturjaringan untuk perbanyakan klonal tanaman sagu telah berhasil dilakukan. namun, bibit yang dihasilkan masih perlu diuji-lapang untuk melihat keragaan, produktivitas dan kemungkinan adanya abnormalitas. penggunaan bibit unggul sagu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20 30%.

Tanaman sagu (metroxylon spp. ) 6 ekologi tanaman sagu 6 media persemaian polibag 7 media persemaian rakit 9 persemaian tanaman sagu 10 bibit tanaman sagu 11 jenis auksin 12 teknologi kultur jaringan tanaman sagu 13 organogenesis dan embriogenesis 14 3 perbanyakan tanaman sagu (metroxylon sagu spp. ). Teknik kultur jaringan atau kultur in vitro. planlet sagu hasil kultur in vitro pada umumnya masih sangat lemah dengan jumlah daun dan akar yang sedikit. hal ini menyebabkan pertumbuhan dan daya hidup bibit saat aklimatisasi sangat rendah. komposisi medium kultur dan intensitas cahaya merupakan penentu utama bagi pertumbuhan tanaman in vitro.

1. kultur sel, jaringan dan organ tanaman 1 2. laboratorium kultur jaringan tanaman 15 3. teknik aseptik 21 4. komponen nutrisi media kultur jaringan 36 5. inisiasi dan pemeliharaan kalus 56 6. organogenesis 72 7. induksi diferensiasi sel-sel xylem 84 8. kultur akar 96 9. kultur suspensi sel 106 10. mikropropagasi dengan kultur ujung pucuk 115 11. Kultur jaringan sagu melalui embriogenesis somatik telah dilakukan oleh pusat penelitian bioteknologi dan bioindustri indonesia. namun, planlet yang dihasilkan kurang jagur sehingga sampai saat ini persentase keberhasilan hidup bibit saat aklimatisasi masih rendah. bersamaan dengan perbaikan protokol aklimatisasi, dalam waktu 1-2 tahun ke depan. Teknologi kultur jaringan tanaman sagu telah berhasil dikembangkan di balai penelitian bioteknologi perkebunan indonesia melalui embriogenesis somatik. prosedur pembentukan embrio somatik dan planlet telah berhasil dengan baik, namun masih ada hambatan dalam aklimatisasi bibit (sumaryono). dalam anonim, 2007;4) pengawasan terhadap pemanfaatan.

Laboratorium Biak Sel Dan Mikropropagasi
Kultur Jaringan Tanaman

Kultur jaringan tanaman sagu dilaku-kan melalui induksi embrio zigotik (hisajima et al. 1991) maupun embrio. somatik (tahardi et a l. 2002). embrio-genesis somatik merupakan salah satu. Prinsip dasar teknik kultur jaringan. bandung: alfabeta. ajijah, n. darwati, i. yudiwanti & roostika. (2010). pengaruh suhu inkubasi pertumbuhan dan keragaan planlet sagu (metroxylon sagu rottb) pada medium dengan berbagai sumber karbohidrat dan intensitas cahaya yang berbeda. [tesis]. sekolah pascasarjana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *